Terbit

Terbenam

icon

Sejarah Dan Makna Hari Buruh Nasional Di Indonesia

img
Nasional
01 Mei 2025
Sejarah dan Makna Hari Buruh Nasional di Indonesia

Hari Buruh Nasional Indonesia, yang diperingati setiap 1 Mei, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perjuangan kaum pekerja untuk hak dan kesejahteraan mereka. Dimulai pada masa kolonial Belanda, peringatan ini pertama kali digelar pada 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee, sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang tidak adil dan upah yang tidak layak. Setelah kemerdekaan, peringatan Hari Buruh kembali digerakkan, dengan penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013. (beritasatu.com)

SEJARAH HARI BURUH NASIONAL INDONESIA

Sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia dimulai pada 1 Mei 1918, ketika Serikat Buruh Kung Tang Hwee mengadakan peringatan pertama sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang tidak adil. Setelah masa kemerdekaan, peringatan ini kembali digelar pada 1 Mei 1946, dan pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Hari Buruh sebagai hari libur nasional. (spn.or.id)

Apa Yang Memicu Perayaan Hari Buruh Nasional Di Indonesia?

Perayaan Hari Buruh Nasional di Indonesia dipicu oleh berbagai faktor historis dan perjuangan kaum buruh:

·         Masa Kolonial : Pada awal abad ke-20, serikat buruh pertama di Indonesia didirikan, seperti Vereniging van Spoor-en Tramwegpersoneel (VVSTP) pada tahun 1908. Serikat ini menjadi yang terbesar dan paling berpengaruh, memperjuangkan hak-hak pekerja seperti pengurangan jam kerja dan peningkatan upah. (mengerti.id)

·         Masa Kemerdekaan : Setelah Indonesia merdeka, pada 1 Mei 1946, Kabinet Sjahrir mengizinkan peringatan Hari Buruh dilakukan secara terbuka. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 menetapkan 1 Mei sebagai hari libur bagi buruh, mengakui pentingnya kontribusi mereka dalam pembangunan negara. (spn.or.id)

·         Masa Orde Baru : Pada era Orde Baru, peringatan Hari Buruh dilarang karena dianggap identik dengan ideologi komunis. Istilah "buruh" diganti menjadi "karyawan" untuk menghilangkan konotasi politik. (detik.com)

·         Masa Reformasi : Setelah reformasi, peringatan Hari Buruh kembali diizinkan. Pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, mengakui pentingnya peran buruh dalam pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia. (spn.or.id)

Perayaan ini menjadi simbol perjuangan dan solidaritas kaum buruh dalam menuntut hak-hak mereka, seperti upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan perlindungan hukum.

Bagaimana Perkembangan Hari Buruh Nasional Sejak Awal Hingga Sekarang?

Sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia telah melalui berbagai fase penting sejak awal kemerdekaan hingga saat ini:

·         Masa Kolonial (1920-an): Pada periode ini, serikat buruh di Indonesia mulai melakukan pemogokan kerja dengan tuntutan pengurangan jam kerja dan kenaikan upah. (mengerti.id)

·         Masa Kemerdekaan (1946-1950): Setelah kemerdekaan, peringatan Hari Buruh kembali diadakan. Pada 1 Mei 1946, Kabinet Sjahrir mengizinkan peringatan Hari Buruh dilakukan secara terbuka. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 menetapkan 1 Mei sebagai hari libur bagi buruh. (spn.or.id)

·         Masa Orde Baru (1967-1998): Pemerintah Orde Baru melarang peringatan Hari Buruh karena dianggap identik dengan paham komunis. Istilah "buruh" diganti menjadi "karyawan" untuk menghilangkan konotasi politik. (spn.or.id)

·         Masa Reformasi (1998-sekarang): Setelah reformasi, peringatan Hari Buruh kembali dilakukan secara terbuka. Pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. (spn.or.id)

Perjalanan panjang ini mencerminkan dinamika perjuangan buruh Indonesia dalam menuntut hak dan pengakuan atas kontribusinya dalam pembangunan bangsa.

Siapa Saja Tokoh Penting Yang Berperan Dalam Sejarah Hari Buruh Di Indonesia?

Beberapa tokoh penting yang berperan dalam sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia antara lain:

·         Marsinah : Seorang buruh perempuan yang menjadi simbol perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Pada Mei 1993, Marsinah memimpin unjuk rasa di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, menuntut perbaikan kondisi kerja dan upah yang layak. Setelah mengirimkan surat protes, ia hilang dan ditemukan tewas dengan tanda-tanda penyiksaan. Kasus ini menjadi sorotan internasional dan menginspirasi peringatan Hari Buruh di Indonesia. (harian.disway.id)

·         Muchtar Pakpahan : Pendiri dan Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), serikat buruh independen pertama di Indonesia. Ia aktif memperjuangkan hak-hak buruh sejak era Orde Baru dan pernah mendekam di penjara selama 14 tahun. Muchtar juga pernah menjadi anggota Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labor (ILO). (topcareer.id)

·         Jacob Nuwa Wea : Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2001-2004. Ia dikenal sebagai satu-satunya Menteri Tenaga Kerja yang berasal dari kalangan buruh, sehingga banyak kebijakannya yang dianggap berpihak pada pekerja. Jacob juga aktif di Kesatuan Buruh Marhaenis dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (detik.com)

·         Widji Thukul : Seorang aktivis, penyair, dan seniman yang vokal dalam menyuarakan hak-hak buruh di Indonesia. Ia sering memimpin aksi demonstrasi dan mogok kerja buruh. Pada 1998, Widji diculik oleh aparat keamanan setelah memimpin aksi demonstrasi buruh di Semarang dan hingga saat ini belum ditemukan. (topcareer.id)

·         Soerjopranoto : Pendiri dan pemimpin Personeel Fabriek Bond (PFB), serikat buruh yang berafiliasi dengan Sarekat Islam. Ia dikenal sebagai "Raja Mogok" oleh pers Belanda karena peranannya dalam gerakan buruh. Soerjopranoto juga merupakan saudara dari Ki Hajar Dewantara, tokoh pro-kemerdekaan dan nasionalis. (en.wikipedia.org)

·         KH Masjkur : Mantan Ketua Umum PBNU dan Menteri Agama yang juga aktif dalam gerakan buruh. Ia memimpin Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) selama hampir satu dasawarsa dan berhasil membawa organisasi tersebut menjadi salah satu yang paling disegani pada masanya. (nu.or.id)

Perjuangan mereka telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

MAKNA DAN DAMPAK HARI BURUH NASIONAL

Hari Buruh Nasional di Indonesia memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perjuangan dan pengakuan terhadap hak-hak pekerja. Sejak masa kolonial hingga era reformasi, peringatan ini telah menjadi simbol penting dalam menghormati kontribusi buruh terhadap pembangunan bangsa.

Mengapa Hari Buruh Nasional Penting Bagi Masyarakat Indonesia?

Hari Buruh Nasional memiliki makna dan dampak signifikan bagi masyarakat Indonesia, antara lain:

·         Penghormatan terhadap Pekerja : Hari ini menjadi simbol penghargaan atas kontribusi vital para pekerja dalam pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia. (liputan6.com)

·         Momentum Perjuangan Hak-hak Buruh : Hari Buruh menjadi kesempatan bagi para pekerja untuk menyuarakan tuntutan mereka, seperti upah yang layak, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang aman. (liputan6.com)

·         Refleksi Hubungan Industrial : Peringatan ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam konteks ketenagakerjaan. (liputan6.com)

·         Edukasi Publik : Hari Buruh menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu ketenagakerjaan dan pentingnya perlindungan hak-hak pekerja. (liputan6.com)

·         Solidaritas Internasional : Peringatan ini menghubungkan gerakan buruh di Indonesia dengan gerakan buruh global, menciptakan solidaritas internasional di antara para pekerja. (liputan6.com)

Dengan berbagai tantangan dan perjuangan yang dilalui, Hari Buruh kini diakui sebagai peringatan nasional yang memperingati perjuangan para buruh dalam mencapai kesejahteraan dan hak-hak yang layak dalam dunia kerja. (relung.id)

Apa Saja Tuntutan Yang Sering Diajukan Pada Perayaan Hari Buruh?

Pada perayaan Hari Buruh Nasional, berbagai tuntutan sering diajukan oleh serikat pekerja dan buruh untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka. Beberapa tuntutan utama tersebut meliputi:

·         Pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law): Buruh menilai bahwa UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja merugikan pekerja, terutama terkait pengaturan upah, kondisi kerja, dan pemutusan hubungan kerja (PHK). (abc.net.au)

·         Penghapusan Sistem Outsourcing dan Penolakan Upah Murah (HOSTUM): Buruh menuntut penghapusan sistem alih daya atau outsourcing yang dianggap mengurangi hak-hak pekerja dan menolak upah murah yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak. (abc.net.au)

·         Peningkatan Upah Minimum: Buruh menuntut kenaikan upah minimum yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak dan inflasi, serta penolakan terhadap kebijakan upah murah yang merugikan pekerja. (kitalulus.com)

·         Perlindungan Pekerja Rumah Tangga: Buruh menuntut pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga untuk memberikan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga yang sering kali tidak mendapatkan hak-hak mereka. (bbc.com)

·         Reformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan: Buruh menuntut reforma agraria dan kedaulatan pangan, termasuk penolakan terhadap bank tanah dan impor beras serta kedelai yang dianggap merugikan petani lokal. (bbc.com)

·         Penghapusan Ambang Batas Parlemen dan Pencalonan Presiden: Buruh menuntut pencabutan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4% dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20% yang dianggap membahayakan demokrasi. (bbc.com)

·         Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Pekerja: Buruh menuntut peningkatan jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, perumahan, dan transportasi yang layak. (kompas.com)

Tuntutan-tuntutan ini mencerminkan perjuangan buruh untuk mendapatkan hak-hak mereka dan meningkatkan kualitas hidup serta kondisi kerja yang lebih baik.

Bagaimana Hari Buruh Nasional Mempengaruhi Kebijakan Ketenagakerjaan Di Indonesia?

Peringatan Hari Buruh Nasional pada 1 Mei memiliki dampak signifikan terhadap kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia. Sejak ditetapkannya 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun 2013, berbagai kebijakan telah diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, antara lain:

·         Ratifikasi Konvensi ILO : Pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, Indonesia meratifikasi Konvensi ILO Nomor 81 tentang kebebasan berserikat buruh, yang memperkuat hak pekerja untuk membentuk dan bergabung dengan serikat pekerja. (spn.or.id)

·         Perlindungan Anak dan Perempuan : Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 mengatur bahwa pada 1 Mei, buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja, serta memberikan perlindungan khusus bagi anak dan perempuan sebagai pekerja. (spn.or.id)

·         Tunjangan Hari Raya (THR) : Pada tahun 1950, buruh menuntut hak atas THR, yang kemudian diakomodasi melalui Peraturan Kekuasaan Militer Pusat Nomor 1 Tahun 1951, menjadi awal keterlibatan militer dalam isu perburuhan. (spn.or.id)

Meskipun telah banyak kemajuan dalam perjuangan buruh di Indonesia, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Isu-isu seperti ketenagakerjaan informal, upah yang layak, dan keamanan kerja tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, dengan transformasi ekonomi yang terus berlangsung, buruh perlu terus beradaptasi dan memperjuangkan hak-hak mereka di tengah perubahan. (beritasatu.com)

KESIMPULAN

Sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia mencerminkan perjalanan panjang perjuangan kaum buruh dari masa kolonial hingga era reformasi. Dimulai pada 1 Mei 1918, peringatan ini sempat ditiadakan pada masa Orde Baru karena dikaitkan dengan ideologi komunis. Setelah era reformasi, tepatnya pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Hari Buruh sebagai hari libur nasional, mengakui kontribusi dan hak-hak buruh dalam pembangunan negara. (kompas.com)

REFERENSI

·         Sejarah Hari Buruh di Indonesia.. (2020). In Serikat Pekerja Nasional. (spn.or.id)

·         Sejarah Hari Buruh di Indonesia: Perjalanan Perjuangan dari Kolonialisme hingga Reformasi.. (2020). In Relung.id. (relung.id)

·         Sejarah Hari Buruh di Indonesia, Dulunya Dilarang Kini Jadi Hari Libur Nasional.. (2020). In Kompas.com. (kompas.com)

·         May Day: Sejarah Singkat Hari Buruh di Indonesia, Masa Kolonial Hingga Jadi Libur Nasional.. (2020). In Sinpo.id. (sinpo.id)

·         Sejarah Hari Buruh Internasional.. (2020). In AXA. (axa.co.id)

·         Sejarah Hari Buruh (1 Mei) di Dunia dan Indonesia - Sejarah Lengkap.. (2020). In Sejarah Lengkap. (sejarahlengkap.com)

·         Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Ini Latar Belakang dan Tujuan Peringatannya.. (2020). In Detik.com. (detik.com)

·         Sejarah Hari Buruh di Indonesia dari Masa ke Masa.. (2020). In Detik.com. (detik.com)

·         May Day 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Buruh Sedunia, Di Indonesia Jadi Libur Nasional.. (2020). In Liputan6.com. (liputan6.com)

·         Mengungkap Sejarah Hari Buruh Nasional: Perjuangan Pekerja yang Mengubah Dunia.. (2020). In Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. (umsu.ac.id)

quote
Barangsiapa yang diam, maka ia selamat.

- Hadits Rasulullah SAW

Komentar

Tuliskan komentar