Hari Buruh Nasional Indonesia, yang
diperingati setiap 1 Mei, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perjuangan
kaum pekerja untuk hak dan kesejahteraan mereka. Dimulai pada masa kolonial
Belanda, peringatan ini pertama kali digelar pada 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh
Kung Tang Hwee, sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang tidak adil
dan upah yang tidak layak. Setelah kemerdekaan, peringatan Hari Buruh kembali
digerakkan, dengan penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013. (beritasatu.com)
SEJARAH HARI BURUH NASIONAL INDONESIA
Sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia dimulai
pada 1 Mei 1918, ketika Serikat Buruh Kung Tang Hwee mengadakan peringatan
pertama sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang tidak adil. Setelah
masa kemerdekaan, peringatan ini kembali digelar pada 1 Mei 1946, dan pada 1
Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Hari Buruh sebagai hari
libur nasional. (spn.or.id)
Apa Yang Memicu Perayaan Hari Buruh Nasional Di
Indonesia?
Perayaan Hari Buruh Nasional di Indonesia
dipicu oleh berbagai faktor historis dan perjuangan kaum buruh:
·
Masa Kolonial : Pada awal abad ke-20,
serikat buruh pertama di Indonesia didirikan, seperti Vereniging van Spoor-en
Tramwegpersoneel (VVSTP) pada tahun 1908. Serikat ini menjadi yang terbesar dan
paling berpengaruh, memperjuangkan hak-hak pekerja seperti pengurangan jam
kerja dan peningkatan upah. (mengerti.id)
·
Masa Kemerdekaan : Setelah Indonesia
merdeka, pada 1 Mei 1946, Kabinet Sjahrir mengizinkan peringatan Hari Buruh
dilakukan secara terbuka. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 menetapkan 1 Mei
sebagai hari libur bagi buruh, mengakui pentingnya kontribusi mereka dalam
pembangunan negara. (spn.or.id)
·
Masa Orde Baru : Pada era Orde Baru,
peringatan Hari Buruh dilarang karena dianggap identik dengan ideologi komunis.
Istilah "buruh" diganti menjadi "karyawan" untuk
menghilangkan konotasi politik. (detik.com)
·
Masa Reformasi : Setelah reformasi,
peringatan Hari Buruh kembali diizinkan. Pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, mengakui
pentingnya peran buruh dalam pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia. (spn.or.id)
Perayaan ini menjadi simbol perjuangan dan
solidaritas kaum buruh dalam menuntut hak-hak mereka, seperti upah yang layak,
kondisi kerja yang aman, dan perlindungan hukum.
Bagaimana Perkembangan Hari Buruh Nasional Sejak Awal
Hingga Sekarang?
Sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia telah
melalui berbagai fase penting sejak awal kemerdekaan hingga saat ini:
·
Masa Kolonial (1920-an): Pada periode
ini, serikat buruh di Indonesia mulai melakukan pemogokan kerja dengan tuntutan
pengurangan jam kerja dan kenaikan upah. (mengerti.id)
·
Masa Kemerdekaan (1946-1950): Setelah
kemerdekaan, peringatan Hari Buruh kembali diadakan. Pada 1 Mei 1946, Kabinet
Sjahrir mengizinkan peringatan Hari Buruh dilakukan secara terbuka.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 menetapkan 1 Mei sebagai hari libur bagi
buruh. (spn.or.id)
·
Masa Orde Baru (1967-1998): Pemerintah
Orde Baru melarang peringatan Hari Buruh karena dianggap identik dengan paham
komunis. Istilah "buruh" diganti menjadi "karyawan" untuk
menghilangkan konotasi politik. (spn.or.id)
·
Masa Reformasi (1998-sekarang): Setelah
reformasi, peringatan Hari Buruh kembali dilakukan secara terbuka. Pada 1 Mei
2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur
nasional. (spn.or.id)
Perjalanan panjang ini mencerminkan dinamika
perjuangan buruh Indonesia dalam menuntut hak dan pengakuan atas kontribusinya
dalam pembangunan bangsa.
Siapa Saja Tokoh Penting Yang Berperan Dalam Sejarah
Hari Buruh Di Indonesia?
Beberapa tokoh penting yang berperan dalam
sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia antara lain:
·
Marsinah : Seorang buruh perempuan yang
menjadi simbol perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Pada Mei 1993, Marsinah
memimpin unjuk rasa di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, menuntut perbaikan
kondisi kerja dan upah yang layak. Setelah mengirimkan surat protes, ia hilang
dan ditemukan tewas dengan tanda-tanda penyiksaan. Kasus ini menjadi sorotan
internasional dan menginspirasi peringatan Hari Buruh di Indonesia. (harian.disway.id)
·
Muchtar Pakpahan : Pendiri dan Ketua
Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), serikat buruh independen
pertama di Indonesia. Ia aktif memperjuangkan hak-hak buruh sejak era Orde Baru
dan pernah mendekam di penjara selama 14 tahun. Muchtar juga pernah menjadi anggota
Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of
Labor (ILO). (topcareer.id)
·
Jacob Nuwa Wea : Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi pada periode 2001-2004. Ia dikenal sebagai satu-satunya
Menteri Tenaga Kerja yang berasal dari kalangan buruh, sehingga banyak
kebijakannya yang dianggap berpihak pada pekerja. Jacob juga aktif di Kesatuan
Buruh Marhaenis dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (detik.com)
·
Widji Thukul : Seorang aktivis, penyair,
dan seniman yang vokal dalam menyuarakan hak-hak buruh di Indonesia. Ia sering
memimpin aksi demonstrasi dan mogok kerja buruh. Pada 1998, Widji diculik oleh
aparat keamanan setelah memimpin aksi demonstrasi buruh di Semarang dan hingga
saat ini belum ditemukan. (topcareer.id)
·
Soerjopranoto : Pendiri dan pemimpin
Personeel Fabriek Bond (PFB), serikat buruh yang berafiliasi dengan Sarekat
Islam. Ia dikenal sebagai "Raja Mogok" oleh pers Belanda karena
peranannya dalam gerakan buruh. Soerjopranoto juga merupakan saudara dari Ki
Hajar Dewantara, tokoh pro-kemerdekaan dan nasionalis. (en.wikipedia.org)
·
KH Masjkur : Mantan Ketua Umum PBNU dan
Menteri Agama yang juga aktif dalam gerakan buruh. Ia memimpin Sarikat Buruh
Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) selama hampir satu dasawarsa dan berhasil
membawa organisasi tersebut menjadi salah satu yang paling disegani pada masanya.
(nu.or.id)
Perjuangan mereka telah memberikan kontribusi
signifikan dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia dan menjadi
inspirasi bagi generasi selanjutnya.
MAKNA DAN DAMPAK HARI BURUH NASIONAL
Hari Buruh Nasional di Indonesia memiliki
sejarah panjang yang mencerminkan perjuangan dan pengakuan terhadap hak-hak
pekerja. Sejak masa kolonial hingga era reformasi, peringatan ini telah menjadi
simbol penting dalam menghormati kontribusi buruh terhadap pembangunan bangsa.
Mengapa Hari Buruh Nasional Penting Bagi Masyarakat
Indonesia?
Hari Buruh Nasional memiliki makna dan dampak
signifikan bagi masyarakat Indonesia, antara lain:
·
Penghormatan terhadap Pekerja : Hari ini
menjadi simbol penghargaan atas kontribusi vital para pekerja dalam pembangunan
ekonomi dan sosial Indonesia. (liputan6.com)
·
Momentum Perjuangan Hak-hak Buruh : Hari
Buruh menjadi kesempatan bagi para pekerja untuk menyuarakan tuntutan mereka,
seperti upah yang layak, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang aman. (liputan6.com)
·
Refleksi Hubungan Industrial :
Peringatan ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi hubungan antara pekerja,
pengusaha, dan pemerintah dalam konteks ketenagakerjaan. (liputan6.com)
·
Edukasi Publik : Hari Buruh menjadi
sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu ketenagakerjaan
dan pentingnya perlindungan hak-hak pekerja. (liputan6.com)
·
Solidaritas Internasional : Peringatan
ini menghubungkan gerakan buruh di Indonesia dengan gerakan buruh global,
menciptakan solidaritas internasional di antara para pekerja. (liputan6.com)
Dengan berbagai tantangan dan perjuangan yang
dilalui, Hari Buruh kini diakui sebagai peringatan nasional yang memperingati
perjuangan para buruh dalam mencapai kesejahteraan dan hak-hak yang layak dalam
dunia kerja. (relung.id)
Apa Saja Tuntutan Yang Sering Diajukan Pada Perayaan
Hari Buruh?
Pada perayaan Hari Buruh Nasional, berbagai
tuntutan sering diajukan oleh serikat pekerja dan buruh untuk memperjuangkan
hak dan kesejahteraan mereka. Beberapa tuntutan utama tersebut meliputi:
·
Pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law): Buruh menilai bahwa UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja
merugikan pekerja, terutama terkait pengaturan upah, kondisi kerja, dan
pemutusan hubungan kerja (PHK). (abc.net.au)
·
Penghapusan Sistem Outsourcing dan Penolakan Upah Murah (HOSTUM): Buruh menuntut penghapusan sistem alih daya atau outsourcing yang
dianggap mengurangi hak-hak pekerja dan menolak upah murah yang tidak sesuai
dengan kebutuhan hidup layak. (abc.net.au)
·
Peningkatan Upah Minimum: Buruh menuntut
kenaikan upah minimum yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak dan inflasi,
serta penolakan terhadap kebijakan upah murah yang merugikan pekerja. (kitalulus.com)
·
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga: Buruh
menuntut pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga untuk memberikan
perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga yang sering kali tidak mendapatkan
hak-hak mereka. (bbc.com)
·
Reformasi Agraria dan Kedaulatan Pangan:
Buruh menuntut reforma agraria dan kedaulatan pangan, termasuk penolakan
terhadap bank tanah dan impor beras serta kedelai yang dianggap merugikan
petani lokal. (bbc.com)
·
Penghapusan Ambang Batas Parlemen dan Pencalonan Presiden: Buruh menuntut pencabutan ambang batas parlemen (parliamentary
threshold) 4% dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20%
yang dianggap membahayakan demokrasi. (bbc.com)
·
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Pekerja: Buruh menuntut peningkatan jaminan sosial dan kesejahteraan
pekerja, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, perumahan, dan transportasi
yang layak. (kompas.com)
Tuntutan-tuntutan ini mencerminkan perjuangan
buruh untuk mendapatkan hak-hak mereka dan meningkatkan kualitas hidup serta
kondisi kerja yang lebih baik.
Bagaimana Hari Buruh Nasional Mempengaruhi Kebijakan
Ketenagakerjaan Di Indonesia?
Peringatan Hari Buruh Nasional pada 1 Mei
memiliki dampak signifikan terhadap kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia.
Sejak ditetapkannya 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun 2013, berbagai
kebijakan telah diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja,
antara lain:
·
Ratifikasi Konvensi ILO : Pada masa
pemerintahan Presiden BJ Habibie, Indonesia meratifikasi Konvensi ILO Nomor 81
tentang kebebasan berserikat buruh, yang memperkuat hak pekerja untuk membentuk
dan bergabung dengan serikat pekerja. (spn.or.id)
·
Perlindungan Anak dan Perempuan :
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 mengatur bahwa pada 1 Mei, buruh dibebaskan
dari kewajiban bekerja, serta memberikan perlindungan khusus bagi anak dan
perempuan sebagai pekerja. (spn.or.id)
·
Tunjangan Hari Raya (THR) : Pada tahun
1950, buruh menuntut hak atas THR, yang kemudian diakomodasi melalui Peraturan
Kekuasaan Militer Pusat Nomor 1 Tahun 1951, menjadi awal keterlibatan militer
dalam isu perburuhan. (spn.or.id)
Meskipun telah banyak kemajuan dalam
perjuangan buruh di Indonesia, masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
Isu-isu seperti ketenagakerjaan informal, upah yang layak, dan keamanan kerja
tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, dengan transformasi ekonomi yang
terus berlangsung, buruh perlu terus beradaptasi dan memperjuangkan hak-hak
mereka di tengah perubahan. (beritasatu.com)
KESIMPULAN
Sejarah Hari Buruh Nasional Indonesia
mencerminkan perjalanan panjang perjuangan kaum buruh dari masa kolonial hingga
era reformasi. Dimulai pada 1 Mei 1918, peringatan ini sempat ditiadakan pada
masa Orde Baru karena dikaitkan dengan ideologi komunis. Setelah era reformasi,
tepatnya pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Hari
Buruh sebagai hari libur nasional, mengakui kontribusi dan hak-hak buruh dalam
pembangunan negara. (kompas.com)
REFERENSI
·
Sejarah Hari Buruh di
Indonesia.. (2020). In Serikat Pekerja Nasional. (spn.or.id)
·
Sejarah Hari Buruh di
Indonesia: Perjalanan Perjuangan dari Kolonialisme hingga Reformasi.. (2020).
In Relung.id. (relung.id)
·
Sejarah Hari Buruh di
Indonesia, Dulunya Dilarang Kini Jadi Hari Libur Nasional.. (2020). In
Kompas.com. (kompas.com)
·
May Day: Sejarah Singkat Hari
Buruh di Indonesia, Masa Kolonial Hingga Jadi Libur Nasional.. (2020). In
Sinpo.id. (sinpo.id)
·
Sejarah Hari Buruh
Internasional.. (2020). In AXA. (axa.co.id)
·
Sejarah Hari Buruh (1 Mei) di
Dunia dan Indonesia - Sejarah Lengkap.. (2020). In Sejarah Lengkap. (sejarahlengkap.com)
·
Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Ini
Latar Belakang dan Tujuan Peringatannya.. (2020). In Detik.com. (detik.com)
·
Sejarah Hari Buruh di Indonesia
dari Masa ke Masa.. (2020). In Detik.com. (detik.com)
·
May Day 1 Mei Diperingati
Sebagai Hari Buruh Sedunia, Di Indonesia Jadi Libur Nasional.. (2020). In
Liputan6.com. (liputan6.com)
·
Mengungkap Sejarah Hari Buruh
Nasional: Perjuangan Pekerja yang Mengubah Dunia.. (2020). In Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. (umsu.ac.id)

Komentar